Review: Boku Dage Ga Inai Machi (ERASED)



 

Bagi kalian para pecinta anime, pasti sedikit lebih cukup akrab dengan sebuah anime bertajuk Boku Dage Ga Inai Machi yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai "Kota Tanpa Diriku" atau yang lebih akrab di telinga kita dengan judul ERASED.

Yup, ERASED merupakan anime yang sempat booming dan berhasil menarik perhatian begitu banyak orang di tahun 2016 lalu. Walau begitu, sampai sekarang masih cukup banyak orang yang baru mengetahui anime satu ini dan mulai menontonnya. Sebenarnya apa sih yang menarik dari anime ini? Well, ini dia sedikit review untuk kamu yang bingung mau nonton ERASED atau tidak.

Plot pada ERASED bercerita tentang Fujinuma Satoru, seorang mangaka berusia 29 tahun yang juga merangkap kerja sebagai seorang pengantar pizza. Ada yang istimewa dari Fujinuma Satoru, yaitu kemampuan khususnya yang disebut 'revival'. Revival adalah sebuah kemampuan yang dapat membuat Fujinuma Satoru mampu kembali ke waktu, maksimal 5 menit sebelum, terjadinya sesuatu. Ia biasanya melakukan revival untuk mencegah suatu musibah dan kecelakaan.

 

 

Kemampuan revival ini tidak dapat ia gunakan sejak lahir, namun mulai aktif sejak ibunya menjadi korban pembunuhan. Sayangnya, bukannya berhasil melempar dirinya ke waktu sebelum terjadinya pembunuhan, Satoru justru kembali ke waktu disaat dirinya masih duduk di sekolah dasar, 18 tahun yang lalu, tepatnya di tahun hilangnya salah satu teman sekelasnya yaitu Hinazuki Kayo.

Petualangan Satoru dimulai disini, tidak hanya mencari tahu siapa dalang dibalik meninggalnya sang ibu, Satoru kemudian mulai berurusan dengan berbagai kejadian yang ia alami dulu saat duduk di bangku sekolah dasar. Berkali-kali ia mencegah kematian teman-temannya terutama Hinazuki Kayo, yang kemudian hal ini disadari oleh seseorang yang begitu dekat dengannya, yaitu gurunya sendiri. Kelak, pak guru ini memiliki peran yang sangat besar terkait kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar Satoru.

Apa yang disayangkan dari anime ERASED?

Yup, dimana ada nilai plus, maka disitu juga ada nilai minus. Walaupun ERASED berhasil menampilkan sebuah anime dengan genre misteri yang ringan dan cocok untuk ditonton untuk kamu yang cuma ingin merasakan suasana mencekam saat menonton anime, sayangnya plot pada ERASED mengalami perubahan yang cukup signifikan. Plot yang tadinya berfokus pada Satoru dan kemampuan revival-nya serta tujuannya untuk menyelamatkan orang-orang di sekitarnya berubah menjadi hubungan Satoru dan pak guru yang seperti menjalin hubungan love-hate. Keduanya bekerja sama namun juga saling mencurigai satu sama lain, dimana keadaan ini kemudian mengingatkan para pecinta Holmes dengan hubungan antara Sherlock Holmes dan Moriarty. Plot cantik tentang bullying yang memang menjadi salah satu isu serius di sekolah Jepang nyatanya harus berakhir sedikit mengawang dan agak dipaksakan tatkala fokus pada alur tiba-tiba berubah.




Walau begitu, ERASED tetap bisa jadi salah satu anime wajib tonton kamu karena visualisasinya yang cantik dan plot yang cukup ringan bagi kamu yang tidak ingin plot misteri yang terlalu berat.

Post a Comment

0 Comments