Kurogane Ichiba




 
Judul : Kurogane Ichiba
Pengarang : Masaki Goto
Penerbit : Elex Media Komputindo
Volume : 1 (masih berlanjut) 

Kurogane yang terlahir sebagai anak keturunan bangsawan konglomerat Ichiba, merasa sedih karena tidak pernah mempunyai sesuatu yang diperolehnya sendiri, dan memutuskan untuk masuk ke suatu sekolah. Di sana, semua hal dinilai dari “uang” yang dikumpulkan!! Apakah kondisi ini bisa membuatnya mandiri tanpa fasilitas sebagai anak konglomerat!?

 

Kurogane Ichiba atau berjudul asli Ichiba Kurogane wa Kasegitai (Ichiba Kurogane yang ingin mendapatkan penghasilan) adalah komik/manga ciptaan Masaki Goto yang pertama kali diterbitkan tahun 2012 di Jepang oleh Shogakukan. Bergenre kehidupan sekolah dan komedi, komik ini bercerita tentang seorang remaja laki-laki bernama Kurogane Ichiba, anak dari konglomerat Ichiba yang punya sifat dan kemampuan yang aneh. Berbeda dari anak-anak konglomerat lainnya, Kurogane rupanya membenci orang-orang yang hanya bisa memakai dan menikmati uang yang diperoleh orangtuanya saja. Bagi Kurogane keindahan sejati adalah seseorang yang bekerja keras demi memperoleh uang, orang yang hanya bisa memakai uang yang diperoleh orang lain sama sekali tidak indah. Karena Kurogane sendiri tidak pernah menghasilkan uang dengan usaha sendiri, akhirnya dia berniat menguji dirinya sendiri dengan masuk sekolah yang paling sulit dan ‘indah’ di dunia, Institut Gakuenzono. Institut Gakuenzono adalah sebuah sekolah raksasa yang didirikan di sebuah pulau dengan jumlah siswa mencapai 30 ribu orang. Keistimewaan dari sekolah ini adalah seluruh siswa bisa bersaing secara sehat untuk berbisnis dan mengumpulkan uang mulai dari nol. Alasannya hanya satu, karena semua hal di sekolah ini hanya diukur dengan uang, uang, dan uang, termasuk kenaikan dan kelulusan. Siswa yang tidak punya uang akan dianggap hina, sedangkan yang kaya akan dijunjung setinggi langit. Bahkan ada desas-desus yang menyebutkan bahwa siswa dapat lulus tanpa mengikuti satu pelajaran pun asalkan memiliki uang yang banyak.



Kurogane Ichiba pun akhirnya menginjakkan kaki di Institut Gakuenzono, dan bertemu seorang anak perempuan bernama Hana Naruko. Dengan menggunakan kemampuan mata kirinya yang bisa menganalisis kemampuan seseorang, Kurogane langsung jatuh hati dengan ‘keindahan’ Hana yang ternyata memiliki kemampuan memasak yang hebat. Baru juga sebentar berada di Gakuenzono, Kurogane langsung mendapat masalah. Kurogane tanpa sengaja mengeluarkan beberapa lembar uang pecahan 10 ribu yen. Membawa mata uang dan alat pembayaran lain rupanya adalah pelanggaran sehingga dompet Kurogane beserta isinya disita oleh Komite Disiplin. Dalam Gakuenzono hanya berlaku satu mata uang yaitu mata uang‘Gakuen’, sehingga mata uang dan alat pembayaran lain tidak boleh digunakan. Sesuai dugaan Kurogane, Hana Naruko ternyata adalah anggota klub memasak, tapi dia sedang mengalami masalah karena restoran klubnya sepi pengunjung dan akan segera ditutup. Sadar dengan bakat dan kemampuan Hana yang tidak bisa dilewatkan begitu saja, akhirnya Kurogane mengajak Hana untuk berbisnis bersama. Dengan menggunakan kemampuan analisis mata kirinya, Kurogane merancang strategi luar biasa jenius yang tiba-tiba mendatangkan banyak pengunjung dalam sekejap. Uang pun datang dengan sendirinya dalam sekejap, sehingga membuat Kurogane percaya diri mampu mengumpulkan uang lebih banyak dari siapapun di Gakuenzono.

Baru juga masuk, Kurogane Ichiba langsung didenda 100 juta Gakuen

Baru juga merayakan keberhasilan pertamanya di Gakuenzono, lagi-lagi Kurogane kesandung masalah, bahkan jauh lebih besar. Buntut dari pelanggaran yang dia lakukan sebelumnya, Hagane Asamatsuri si Ketua Murid Gakuenzono menjatuhi Kurogane denda senilai 100 juta Gakuen. Kurogane harus menanggung utang senilai 100 juta yang harus dicicil 3 juta per bulan selama 3 tahun. Jika tidak sanggup membayar, Kurogane akan dikeluarkan dari sekolah kapan saja. Beban utang seumur hidup membuat Kurogane dicap sebagai ‘orang yang paling tidak diinginkan masuk klub’, tidak punya tempat tinggal, dan mendapatkan gedung sekolah nomor 13 yang paling bobrok karena tak mampu membayar biaya sekolah. Meskipun punya utang segunung, Kurogane tetap tidak menyerah untuk menjadi orang yang paling kaya di Gakuenzono. Karena tidak ada klub yang mau menerimanya, Kurogane akhirya menciptakan klubnya sendiri yang bernama “Mata Kiri Dewa’. Kurogane bahkan membuat perjanjian dengan Hagane si Ketua Murid untuk menanamkan modal di klub barunya. Kurogane akan mencarikan anggota staf komite murid yang tepat dengan kemampuan analisis mata kirinya. Jika Kurogane berhasil, sebagai balasannya Hagane akan mengeluarkan modal untuk klub ‘Mata Kiri Dewa’. Mampukah Kurogane Ichiba melakukannya?

Kedai Hana Naruko yang bobrok menjadi laris berkat strategi Kurogane Ic

Post a Comment

0 Comments