Anime Review: True Tears



Satu lagi anime yang berhasil aku tonton sampai selesai hari ini. Satu anime yang ceritanya cukup sedih, ya, karena sesuai dengan judulnya. True Tears. Sebenarnya ini anime lama, keluarnya tahun 2008, tapi aku baru menyaksikannya tahun ini. -_- Sedikit tertinggal, karena anime ini bisa dibilang tidak begitu populer. Aku pun menyaksikannya karena awalnya iseng. hehe


Seri anime yang diproduseri oleh Junji Nishimura ini bercerita tentang kisah cinta Shinichiro Nakagami bersama dengan 3 orang wanita; Hiromi Yuasa, Noe Isurugi, dan Aiko Ando. Enak banget hidupnya Shinichiro ini. Hehe

Cerita berawal dengan meninggalnya orangtua dari Hiromi yang merupakan teman baik dari orangtuanya Shinichiro, karena sekarang Hiromi hanya sendiri, jadi ayah Shinichiro memutuskan untuk mengadopsi Hiromi sebagai anak. Shinichiro dan Hiromi pun tinggal di bawah satu atap. Hiromi juga kebetulan adalah teman baik Shinichiro semasa kecil. Namun setelah orangtuanya meninggal Hiromi menjadi seorang wanita yang murung banget. Kerasnya sikap ibu Shinichiro terhadap Hiromi juga memperburuk keadaan.

Lanjut cerita, saat di sekolah, Shinichiro bertemu dengan Noe, seorang gadis aneh yang suka sekali dengan langit karena perkataan neneknya sebelum meninggal. Dia mempercayai seekor ayam bernama Raigomaru untuk bisa terbang ke langit. Namun selang beberapa hari, Raigomaru telah dimangsa oleh rubah dan kemudian Noe menganggap bahwa Shinichiro adalah sebagai penggantinya.

Shinichiro mempunyai seorang teman dekat sekelas bernama Miyokichi Nobuse. Oh iya, Shinichiro juga sekelas dengan Hiromi. Miyokichi naksir banget dengan seorang wanita penjaga kedai yang juga merupakan teman masa kecil Shinichiro, Aiko. Namun kenyataan Aiko malah naksir Shinichiro. Pedih..


Cerita berlanjut, muncullah Jun Isurugi, kakak dari Noe yang membuat perjanjian dengan Shinichiro. Hiromi berpura-pura kalau dia naksir dengan Jun, jadi Shinichiro pun meminta agar Jun mau berpacaran dengan Hiromi, tapi Jun juga meminta Shinichiro untuk memacari adiknya, Noe. Shinichiro menyetujui itu dan dia pun akhirnya pacaran dengan Noe. Noe juga lama kelamaan jadi sayang dengan Shinichiro.



Akhir kisah, terungkaplah perasaan Hiromi yang sebenarnya bahwa dia sebenarnya mencintai Shinichiro. Aiko juga menyatakan perasaannya, namun ditolak mentah-mentah oleh Shinichiro. Mengetahui perasaan Hiromi, Shinichiro kemudian bimbang dengan hubungannya dengan Noe.


Pada akhirnya Shinichiro pun memilih Hiromi daripada Noe. Ini adalah bagian cerita yang gak aku suka dari anime ini. Noe yang selama ini sudah memberikan semangat dan perubahan hidup terhadap Shinichiro malah ditinggalkan. Huh! Agak kecewa sih aku secara pribadi saat menonton anime ini sampai selesai. Aku rasa, tokoh yang tidak aku sukai dari anime ini cuman Hiromi.

Tapi, semua itu kembali lagi kepada yang menonton, mungkin jika kalian menonton anime ini, kalian akan mempunyai pandangan yang berbeda. Secara keseluruhan anime ini bagus, ceritanya juga asik, dan pastinya sedih. Jadi untuk kalian yang senang dengan anime bertema melankolis gitu, aku sarankan untuk menyaksikan anime klasik satu ini.

Sedih, hal itu pasti saat menonton ini, tapi kalau nonton menghayati sih. Kalau kalian nontonnya datar aja mungkin kesannya akan biasa aja. Salah satu bagian yang menurutku sedih banget adalah saat Noe pergi meninggalkan Shinichiro di pinggir pantai dengan satu kaki patahnya, kemudian Shinichiro menyanyikan lagu "Aburamushi no Uta" (lagu kecoak) yang sering dinyanyikan Noe.

Sekali lagi, aku menonton anime dengan fenomena inces, alias naksir dengan saudara kandung sendiri. Kali ini adalah fenomena siscon (naksir adik kandung sendiri), Jun jatuh cinta dengan adiknya, Noe. Sepertinya hal seperti ini jadi hal yang ngetren banget di anime Jepang. Mungkin penyebabkan karena dulu inces dilegalkan di negara tersebut.

Sesuai juga dengan judulnya, semua tokoh utama di anime ini menangis, kecuali Noe. Aku pikir saat ending Noe akan memperlihatkan air matanya, ternyata gak. Rasanya gantung, tapi aku rasa anime ini memang hanya sampai di sini. :D

Post a Comment

0 Comments